Nama jalan apa yang paling banyak di Indonesia?
Ternyata hasilnya seri. Sudirman dan Ahmad Yani sama sama punya sekitar 300 jalan. Tapi soal panjang, satu nama menang jauh, dan ada satu nama besar yang hampir tidak ada di Jawa Barat.
Kenapa hasilnya seri?
Kita menghitung semua jalan bernama pahlawan dari peta terbuka OpenStreetMap, dari Sabang sampai Merauke. Hasil akhirnya Ahmad Yani 302 jalan, Sudirman 300. Selisih dua itu ternyata rapuh.
Di peta, satu jalan sering terpotong jadi banyak ruas. Kita harus memutuskan seberapa dekat ruas bernama sama boleh dianggap satu jalan. Kalau batasnya 150 meter, Sudirman menang 315 lawan 312. Kalau batasnya 500 meter, Ahmad Yani unggul lagi, 299 lawan 297. Juaranya berganti hanya karena aturan, jadi jujurnya: seri.
Soal panjang, Ahmad Yani menang telak
Selisih jumlah boleh tipis, tapi selisih panjang tidak goyah di aturan mana pun. Semua Jalan Ahmad Yani kalau disambung panjangnya sekitar 904 km. Sudirman 609 km.
Kuncinya ada di Kalimantan. Di sana ada 55 Jalan Ahmad Yani dengan total 466 km. Satu rangkaian di Kalimantan Selatan saja, dari Banjarmasin sampai Amuntai, panjangnya sekitar 164 km. Sebaliknya, di Jawa justru Sudirman yang unggul tipis, 127 jalan lawan 124.
Juara tiga yang diam diam: Kartini
Di bawah dua jenderal itu, posisi ketiga bukan Diponegoro (225 jalan), tapi Kartini dengan 244 jalan. Hanya saja jalannya pendek pendek: totalnya cuma sekitar 185 km.
Pola yang sama muncul di nama pahlawan perempuan lain. Teuku Umar dan Cut Nyak Dhien sama sama pahlawan nasional dan sama sama berjuang di Aceh, tapi Jalan Teuku Umar totalnya sekitar 100 km, sedangkan Jalan Cut Nyak Dhien sekitar 33 km.
Gajah Mada ada di mana mana, kecuali Jawa Barat
Jalan Gajah Mada ada sekitar 120 di seluruh Indonesia, dari Medan sampai Nabire. Di Jawa Timur ada 35, di Jawa Tengah 17. Tapi di Jawa Barat, peta hanya mencatat satu: jalan permukiman pendek di Kota Bogor.
Supaya adil, kita bandingkan dengan Sudirman. Jalan Sudirman di Jawa Barat ada 16. Kalau perbandingannya sama dengan provinsi lain di Jawa, Jawa Barat semestinya punya sekitar 8 Jalan Gajah Mada.
Banyak yang mengaitkannya dengan kisah Perang Bubat tahun 1357, ketika rombongan Kerajaan Sunda berakhir tragis di Majapahit. Kisah itu tercatat di naskah yang jauh lebih muda, seperti Pararaton dan Kidung Sunda, dan sebagian sejarawan meragukan rinciannya. Menariknya, pada 2017 dan 2018 ada rekonsiliasi lewat nama jalan: Yogyakarta meresmikan Jalan Siliwangi dan Padjajaran, Surabaya punya Jalan Prabu Siliwangi, dan Bandung meresmikan Jalan Majapahit serta Hayam Wuruk. Nama Gajah Mada tidak termasuk.
Sumber dan cara hitung
- Peta jalan dari OpenStreetMap seluruh Indonesia (unduhan Geofabrik, Oktober 2026), lisensi ODbL.
- Yang dihitung hanya jalan umum. Gang, kompleks, dan jalan akses bandara dibuang. Jalan dua jalur dihitung sekali.
- Satu jalan adalah kumpulan ruas bernama sama yang ujungnya berjarak 300 meter atau kurang. Hasil dengan batas lain ikut kita tulis di atas.
- Uji kewajaran: Jalan Jenderal Sudirman Jakarta terukur 4,5 km, sesuai panjang aslinya dari Dukuh Atas sampai Senayan.
- Provinsi ditentukan dari titik tengah ruas terpanjang, dengan batas wilayah dari OpenStreetMap (Nominatim).
- Sejarah dan nama jalan baru: Pararaton dan Kidung Sunda (lewat Wikipedia: Battle of Bubat), Bisnis.com dan Republika (Oktober 2017), Suara Surabaya (Maret 2018), Kumparan (Mei 2018).
Jalan yang belum dipetakan atau belum diberi nama di OpenStreetMap tidak ikut terhitung, terutama di Maluku dan Papua. Jadi angka sebenarnya kemungkinan sedikit lebih besar.
Pertanyaan yang sering muncul
Nama jalan apa yang paling banyak di Indonesia?
Ahmad Yani dan Sudirman, masing masing sekitar 300 jalan. Selisihnya terlalu tipis dan bergantung cara hitung, jadi kita sebut seri.
Nama jalan apa yang paling panjang kalau disambung?
Ahmad Yani, sekitar 904 km. Sudirman sekitar 609 km.
Berapa Jalan Gajah Mada di Jawa Barat?
Hanya satu yang tercatat di OpenStreetMap, di Kota Bogor. Di seluruh Indonesia ada sekitar 120.